Jumat pagi pukul 4 terbangun, teringat belum bikin slide presentasi buat ujian lisan, sebelumnya test dulu program untuk terakhir kali mungkin masih terdapat error, benar dugaanku ternyata program masih error. ketika proses kompresi, debugging lari ke block catch yang artinya terjadi exception. panik merasuki pikiran ini, mungkin karena beban, sampai jam 7 pagi masih belum ketemu errornya, kucoba menenangkan diri kutelusuri lagi pelan-pelan, akhirnya ketemu juga errornya, ternyata array yang aku deklarasikan hanya menampung 32 data, aku baca dengan looping sampai 44. selidik-selidik ternyata ini error akibat revisi waktu sidang TA di jurusan yang lupa aku bereskan, serepet-serepet beres sudah masalah error ini.

Saya mendapat giliran presentasi pertama kali, pukul 08.00 di FTI Gedung 2 lantai 3, tapi pukul 07.40 menit saya belum memulai membuat presentasi satu slide pun, gak banyak pikir comot presentasi pra-TA dan TA, tambahin sedikit animasi. jam sudah 08.15 aku masih duduk di meja kamar sambilmenghajar yonah, aku pikir sidang bakal molor, maklumlah inikan Indonesia. Pukul 8.30 nyampai di parkiran, langsung lari menaiki anak tangga, di depan ruang sidang, 2 orang penguji dan 1 malaikat pelindung (baca: dosen pembimbing I) telah menunggu. ini bukan Indonesia, 3 ruang sidang di sebelahnya sudah dimulai sejak pukul 08.00, sedangkan di ruang 302 belum mulai karena menungguku. Langsung saja aku segera menyiapkan prentasiku di operating system terbaruku Linux Ubuntu dan memberikan 3 bendel buku laporan Tugas Akhir kepada masing-masing penguji.

waktu 30 menit telah kusia-siakan, segera saja aku memulai memperkenalkan diri kepada para penguji dan memulai presentasi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang denger-denger katanya sebagai ajang pembantaian itu tidak terjadi padaku, saya seperti sedang menerangkan materi kepada para peserta pelatihan java, saya mencoba menjelaskan sedetil-detilnya bagaimana sistem yang telah saya bangun bekerja agar para dosen penguji mengerti konsep Tugas Akhir saya. ketika para dosen penguji satu persatu mulai membombardir dengan pertanyaan-pertanyaan, sampai saat ini saya masih bisa menjawab berdasarkan teori-teori penunjang yang telah saya kutip dari sumbernya pada bab II, namun ketika salah seorang penguji menanyakan kenapa rasio perhitungan hasil kompresi ditampilkan ketika kondisi tertentu, terjadi perdebatan masing-masing dari saya maupun dari dosen penguji tersebut ngotot mempertahankan pendapat, untungnya Malaikat Pelindung segera mengatakan bahwa tujuan dari pembuatan sistem seperti yang telah dijelaskan pada bab I sub bab tujuan dan manfaat. sekitar 45 menit di dalam ruang sidang, saya senang akhirnya selesai juga.

Keluar dari ruang sidang, langsung dihujani pertanyaan dari senior-senior yang cemas menunggu giliran dieksekusi, maklum di antara 26 peserta ujian lisan hanya aku satu-satunya yang paling junior. lihat pengumuman yudisium pukul 15.30 padahal sekarang masih pukul 09.30 kuputuskan untuk pulang, ketika menuruni anak tangga berpapasan dengan dosen pembimbing II, beliau langsung menyalamiku dan menanyakan apakah sidang tadi lancar, dengan bangga aku katakan semua berjalan seperti rencana. Tinggal selangkah lagi perjuanganku yaitu menunggu hasil yudisium nanti sore apakah aku dinyatakan lulus atau tidak.

pukul 15.30 aku sudah berada di FTI gedung 1 lantai 4 ruang Ir. Sukamto untuk melaksanakan yudisium, pembukaan dimulai oleh bapak Dekan kemudian dilanjutkan sambutan oleh para Ketua Jurusan di lingkup FTI. saat-saat yang ditunggu benar-benar menegangkan bagi kebanyakan para peserta yudisium, tidak terkecuali aku, yaitu pembagian amplop yang berisi keterangan lulus atau tidak beserta nilai ujian lisan. Namaku dipanggil segera aku maju dan menyalami bapak Dekan, beliau mengatakan kamu angkatan 2004, sukses ya? amien jawabku. dari kata-kata pak Dekan tersebut, telah menyimpulkan bahwa aku bakal lulus, yup benar setelah aku buka terpampang Nilai sempurna “A” dan keterangan dinyatakan LULUS. alhamdullilah, akhirnya seluruh rangkaian tugas akhirku berakhir dengan sangat cemerlang dan memuaskan. keluar dari ruang yudisium segera aku kabarkan orang tua lewat telpon dan Photo-photo narsis mode:on seperti di atas: